___Cha-cha’s Side___
Di dalam kelas…
“ aduh There…! Gue kebelet pipis nih! ” kata gue di tengah jam pelajaran.
“ ya pergi ke toilet lah! Dodol lo dasar! ” kata There sambil menimpuk kepala gue pake buku tulis.
“ temenin yok! Gue takut sendirian ke toilet! Kan ada di bawah! Jauh tau! ” rengek gue sambil menarik lengan There.
“ Ya ampun Cha-cha! Kalo toilet di lantai 3 ini mah juga ada! Gak usah mesti ke bawah! Jadi selama ini lo ke toilet bawah terus ya? ”
“ ya gue kan kagak tau! Emangnya toilet cewek di lantai ini di sebelah mana sih? ”
“ ampun dah lo Cha! Toilet cewek di lantai ini tuh ada di Gedung nomor 3! Dua ruangan setelah Ruang OSIS! Lo tau kan? “ ujar There.
“ dua ruangan setelah Ruang OSIS?? Oke deh kalo gitu Thanks! Gue ke toilet dulu! Kebelet nih udah. ” kata gue sambil beranjak berdiri dari kursi.
“ udah, pergi gih sono! Entar kalo lo ngompol di sini bisa gawat! “ kata There ngakak.
“ kagak bakalan There lemot! “ kata gue sambil cemberut dan segera meminta ijin kepada sir Nico, guru bahasa Inggris yang sedang semangat menjelaskan materi yang apalah itu, kagak ngerti gue, Present Perfect ya kalo gak salah, but what ever dah!
Setelah mendapat ijin ke belakang, gue segera bergegas menuju toilet yang ada di gedung nomor 3, pertama gue jelasin dulu, gedung di sekolah gue ada 4. gedung 1, 2 and 3 disatuin dengan jembatan penyebrangan. Sedangkan gedung nomor 4 yang merupakan gedung paling kecil itu terpisa sendiri. Gedung 1 dan 2 itu adalah kelas-kelas tempat belajar. Kalo gedung nomor 3 berisi kantor-kantor seperti ruang guru, ruang OSIS, dan lain-lain dan juga ruangan laboratorium. Nah sedangkan gedung nomor 4 itu adalah gedung luas tapi Cuma 2 lantai yang berisi Aula atau kadang jadi lapangan basket di lantai 2 dan ruangan ekskul di lantai 1 nya. Jadi bisa bayangin sendiri dong gimana?? Okay! Back to the story, setelah gue minta ijin ke belakang, gue langsung ngacir menuju toilet. Setelah habis dari toilet, gue berencana balik ke kelas, dan harus ngelewatin Ruang OSIS. Tapi waktu di depan Ruang OSIS gue ngelihat pemandangan yang bikin hati gue nyesek setengah mampus! Bahkan lebih nyesek dari waktu ngeliat ko Morgan and kak Tita ngobrol berdua tadi malem! Dan pemandangan itu adalah ko Morgan! Lagi ngegandeng! Cewek cantik!! Iya ngegandeng tangan, masa kaki?? *eh anyway gue lalu pura-pura cuek nyapa ko Morgan, tapi gue gak bisa nyembunyiin ekspresi sakit hati gue yang terpampang jelas dari wajah dan suara gue.
“ ko Morgan! Siapa nih? Cewek koko ya? Selamat ya ko! Longlast! ” kata gue sambil cepat-cepat pergi dari situ sebelum airmata yang pasti bakal keluar ini kelihatan sama ko Morgan and cewek yang digandengnya.
“ Cha! Please wait for me! “ teriak ko Morgan sambil berlari menyusul gue, otomatis gue juga harus ikutan lari kalo gak mau terkejar. ARGH! Ngapain sih ko Morgan pake acara ngejar gue segala? Terus kenapa ceweknya malah ditinggal? Apa kagak marah tuh cewek? And lagi siapa sih tuh cewek? Jangan-jangan tuh cewek yang diceritain ko Morgan, cewek yang dia suka!! Oh God please! don’t let him see my tears again!
“ what! What do you want from me? Koko kan udah ada cewek! Kenapa ditinggal? ” kata gue setengah berteriak saat ko Morgan berhasil menggenggam tangan gue dan membuat gue menghentikan lari gue.
“ For God’s sake! Please listen to me! She’s not my girl! I don’t even like her! You have to trust me! ” kata ko Morgan sambil terus mempererat genggamannya sementara gue hanya bisa memperlihatkan ekspresi kosong kepadanya.
“ well, it’s none of my business! So please let me go. I need a moment to think. ALONE!! ” kata gue sambil melepaskan genggamannya dengan beberapa kali sentakan dan berlalu pergi.
Setelah berhasil melepaskan tangan gue dari genggaman tangan ko Morgan, gue langsung berjalan cepat-cepat untuk segera pergi dari situ sebelum airmata gue mulai keluar lagi. Akhirnya gue gak kuat menahan airmata sakit hati gue lagi. Perlahan-lahan airmata gue turun di kedua pipi gue. Gue pun lalu memilih untuk mengubah tujuan gue dari ke kelas menjadi ke taman belakang sekolah yang gue rasa sih untuk saat ini gak bakalan ada orang, ya iyalah orang jam pelajaran kok. Dan karena gak mungkin juga gue kembali ke kelas dengan mata merah dan berair seperti ini, bisa-bisa gue dikirain yang aneh-aneh lagi sama anak-anak di kelas! Haduh! The last thing I want to be is being in a spotlight! Sesampainya gue di taman belakang sekolah, tebakan gue kebukti bener, tamannya kosong! Gak ada orang satupun! Yang lewat aja kagak ada! Akhirnya jadilah gue duduk sendirian diatas satu-satunya bangku panjang di taman itu. Airmata gue perlahan bertambah deras, gue sibuk dengan pikiran gue sendiri tanpa memperduliin kemungkinan orang lain ngeliat gue nangis kek gini. Kenapa? Kenapa gue mesti ngeliat tuh cewek sekarang? Belom sembuh sakit hati gue ngeliat ko Morgan and kak Tita semalem, gue mesti dipaksa ngeliat ko Morgan and cewek yang dia suka? Gue gak sanggup! Gue gak sanggup kalo harus nanggung sakit ini lebih lama lagi!! ARGH!! Kenapa cinta ini begitu menyakitkan buat gue?? Padahal selama ini gue gak pernah ngerasain hal kek gini!! Tiba-tiba gue ngerasa kepala gue pusing, and bau amis darah tercium. Gue ngerasa hidung gue basah, dan sewaktu gue pegang and gue check ternyata gue mimisan. Dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap!
___Reza’s Side___
Cha-cha kemana sih? Kok dari toilet lama banget? Apa dia ketemu Morgan? And mutusin buat bolos berdua? Ah pasti iya! Cha! Kenapa sih lo selalu sukses ngebikin gue sakit hati!? Gue sibuk sama pikiran gue sendiri, and gak ngedengerin tuh guru ngoceh Inggris dengan semangat 45 sampe tiba-tiba.
Pluk! Sebuah kertas kecil dilempar dan sukses nimpuk kepala gue! Dengan kesal gue lalu membuka and membaca surat tersebut. Ternyata surat dari There.
Eja! There nih! Lo tolong cari Cha-cha dong! Dia tadi ke toilet and gak balik-balik! Gue udah tanya ke anak lain katanya mereka semua pada lagi di kelas! Tolongin banget dooonggg gue gak bisa ninggalin nih pelajaran!! Yayaya please! I know you care about her, so please go find her and make sure everything’s alright! I’ve got a bad feelings that something happens to her! Just hope it’s wrong! Now please I’m begging you to go find her! NOW!! O:)
Segera setelah membaca surat dari There tersebut, gue segera lari ke depan kelas dan meminta ijin keluar kelas kepada sir Nico yang masih mengajar dan menjelaskan pelajarannya dengan semangat 45.
“ uhm, sir excuse me. May I go out from the class? It’s emergency sir! ” kata gue sedikit panic buat mencari alasan bagus biar dapet ijin.
“ what do you mean by emergency? Are you sick or something? ” tanyanya sebal, karena gue udah mengganggu penjelasannya.
“ no sir! I’m not sick! But it’s just that I’ve got a bad feelings that something bad is happen to my best friend! ” kata gue pasrah menjelaskan alasan gue.
“ excuse me? Who do you mean? ”
“ geez sir! I mean Cha-cha! The girl that went out to the toilet like a half hour ago! It’s weird that she’s not coming back yet! I’m afraid that something happens to her! ” kata gue semakin panic dan mulai sebal.
“ uhm, okay then. I’ll let you go find her. You really are a good friend. ” kata sir Nico sambil tersenyum bangga.
“ thank you sir. ” kata gue sambil mengabaikan moment gak penting itu dan segera berlari keluar kelas.
Setelah keluar kelas, gue segera menyusuri seluruh wilayah sekolah, dengan berlari tentunya. Tapi gue gak menemukan Cha-cha di mana-mana! Perasaan takut gue semakin menjadi-jadi! Akhirnya tinggal satu tempat yang belum gue datengin, taman belakang sekolah. Gue segera berlari kea rah taman belakang sekolah, dan gue langsung disambut pemandangan yang paling gak pengen terjadi terhadap cewek yang gue sayang! Gue ngelihat Cha-cha pingsan di bangku taman belakang sekolah lengkap dengan hidung mimisan dan seragamnya yang kotor dengan noda darah di mana-mana. Gue lalu segera berlari menghampiri Cha-cha yang tergeletak tak berdaya dengan posisi duduk di bangku tersebut.
“ Cha-cha! Lo kenapa?! ” teriak gue sambil berlari mendekati Cha-cha dan mengguncang-guncang pelan tubuhnya yang panas banget! Gue lalu segera menggendong Cha-cha dan membawanya ke mobil gue, karena kalo ke UKS pasti gak bakalan ada guru yang jaga! -,- *UKSmacamApaIni?* setelah menempatkan Cha-cha di kursi belakang, gue segera tancap gas menuju ke rumah sakit terdekat. Yaitu Mount E. General Hospital. Setelah sampai di parkiran gue segera menggendong Cha-cha dan membawanya menuju ke ruang UGD dan petugas segera membawanya ke ruang pemeriksaan. Sumpah! Gue takut banget kalo terjadi apa-apa sama dia! Dan lagi kenapa sih dia bisa pingsan kek gitu? Dan kenapa dia sendirian di sana?Oh God! Please help her! I don’t want to anything bad happens to her! Gue sibuk dengan pikiran gue sendiri dan tiba-tiba tersadar waktu
High High I’m so high~ High High up in the sky~ ringtone handphone gue berbunyi dengan lantangnya, menyentakkan gue dari pikiran gue yang amburadul itu. Gue lalu mengangkat telpon itu dengan sedikit kesal.
“ halo? Siapa nih? ” kata gue sebal.
“ kak! Lo di mana sekarang? ” kata Ilham di seberang telpon.
“ Gue? Gue lagi di Mount E. General Hospital! Kenapa lo nelpon gue? ”
“ general hospital? Lo ngapain ke rumah sakit? Lo gak kenapa-napa kan? Gue denger dari There lo keluar nyari Cha-cha and gak balik-balik. Lo kenapa? ” tanya Ilham panjang lebar.
“ gue gak kenapa-napa kok Ham. Santai aja lo. Eh anyway entar lo ambil tas gue ya di kelas, soalnya gue kayaknya gak bakal balik ke sekolah lagi hari ini. ”
“ oke! No problem kak! Eh but wait, kalo lo gak papa, terus lo ngapain ke rumah sakit segala? ” tanya Ilham bingung.
“ gue nganterin Cha-cha, Ham! Dia pingsan tadi di taman belakang sekolah! ” kata gue dengan suara tersendat-sendat, berusaha mengenyahkan pikiran buruk gue dari kepala.
“ hah? what? Cha-cha pingsan? Serius lo kak? ” tanya Ilham setengah berteriak. Samar-samar gue bisa ngedenger suara anak-anak yang lain terkejut mendengar berita ini. Rupanya mereka lagi pada ngumpul semua.
“ iya gue serius! Napain jug ague bohong? Emang gue kagak ada kerjaan apa? ”
“ okay kalo gitu entar pulang sekolah, gue sama anak-anak yang lain nyusul ke sana as soon as we can. ” janji Ilham.
“ okay, I’ll be waiting for you guys! ” kata gue sambil memutuskan telpon tersebut sebelum suara gue makin tersendat.
Akhirnya gue hanya bisa menunggu sendirian di ruang tunggu yang sepi ini. Gue gelisah dan gak bisa diam kalo mengingat pemandangan yang gue liat di taman belakang sekolah tadi. Dan itu ngebikin gue sedikit menitikkan airmata ketakutan dan kekhawatiran. Gue takut kalo sampe terjadi apa-apa sama Cha-cha.
___There’s Side___
saat bel istirahat berbunyi, gue langsung berlari keluar kelas dengan terburu-buru mendatangi kelas sebelah. Kelas XI IPA 2, kelasnya Bisma. Dan ternyata dia udah lebih dulu nunggu gue di depan kelas gue.
“ eh ada nona cantik, ke kantin bareng yok! “ ajak Bisma sambil tertawa geli melihat muka gue yang sedikit memerah.
“ idih! Apaan sih kamu, Bis? Aku lagi gak mau ke kantin, aku mau nyari Cha-cha dulu. Dia daritadi gak balik ke kelas. Si Eja juga. I have a bad feelings that something happens to her. ” ujar gue sambil memukul bahu Bisma pelan.
“ nyari Cha-cha? Sama Eja? Ngapain? Palingan mereka lagi asik berdua. Enggak usah dicari, entar mereka nongol sendiri kok. Biasanya juga kek gitu. Udah kita ke kantin aja. Ayolah, sayang kamu ini udah laper banget nget nget. And lagi siapa tahu mereka berdua ada di kantin. ” bujuk Bisma panjang lebar.
“ iihh kamu itu ya! Gak khawatir banget sama temen sendiri! Mikirin urusan perut mulu! Tapi gak pernah gendut! “ kata gue sambil cemberut.
“ bukannya gak khawatir, tapi mereka udah gede, udah bisa jaga diri. Makanya ayok sekarang kita ke kantin, kamu tega ngebiarin aku kelaperan kek gini? “ kata Bisma sambil menunjukkan muka memelasnya dan menarik lenganku.
“ oke fine. Ayok kita ke kantin. “ kata gue mengalah dan mengikutinya ke arah kantin.
“ yes asyik! Thank you so much my dear lovely There J. ” kata Bisma girang dan berjalan cepat menuju kantin yang udah rame.
Sesampainya di kantin, kami segera menemukan sosok 5 cowok ganteng dan 1 cewek cantik berdarah Indo kayaknya yang enggak gue kenal, *but who cares* yang sedang duduk bergerombol di sebuah meja di kantin. Tapi gue gak ngeliat adanya Cha-cha maupun Eja diantara mereka berlima. Kemana sebenernya Eja and Cha-cha?
“hah? what? Cha-cha pingsan? Serius lo kak? ” teriak Ilham tiba-tiba begitu gue and Bisma sampe di meja mereka, rupanya Ilham sedang menelpon kakaknya, Reza.
“okay kalo gitu entar pulang sekolah, gue sama anak-anak yang lain nyusul ke sana as soon as we can. ” kata Ilham meangkhiri telpon dan meletakkan kembali handphonenya ke dalam saku kemejanya.
“ Ilham! Si Cha-cha kenapa? Kok lo teriak-teriak gitu tadi? ” tanya Morgan panic.
“ itu, uh mini si Cha-cha, anu,.. itu,.. ” kata Ilham bingung menjelaskannya.
“ For God’s sake! Apa kalian tadi gak denger Ilham ngomong apa barusan? Si Cha-cha itu pingsan! Gue aja yang baru nyampe denger kok! ” kata gue kesal.
“ beneran Ham, si Cha-cha pingsan? ” tanya Morgan gak percaya. Yang hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Ilham.
“ kok bisa? Gimana ceritanya? ” gantian Rafael yang angkat bicara.
“ gue juga gak tau, si Eja gak cerita. ”
“ jadi si Cha-cha bareng sama si Eja? ” kata gue memastikan.
“ begitulah kira-kira. “ jawab Ilham pelan.
“ oke, kalo gitu pulang sekolah kita langsung pergi ke rumah sakit buat ngeliat Cha-cha! Lo-lo pada mau ikut gak? “ usul gue.
“ ikuuut dooong! “ jawab mereka kompak.
“ great, but anyway si Eja bilang gak dia ngebawa Cha-cha ke RS mana? ” tanya gue ke Ilham yang bengong sendiri.
“ iya, dia dibawa ke Mount E. ”
“ oke kalo gitu, entar pulang sekolah kita langsung stand by and langsung cabut ke Mount E. are we clear? ”
“ siap sayaaang! Apa aja yang kamu bilang aku lakuin. ” kata Bisma sambil mengelus kepala gue.
“ Bisma! Malu diliat yang lain! “ kata gue dengan muka memerah.
Kira-kira Cha-cha kenapa ya? Kok Pingsan? And gimana hubungan dia dan Eja setelah Eja nyelametin dia?? Apa Morgan akan balikan lagi dengan Gisel? Ato dia tetep akan menjalankan rencanya terhadap Cha-cha? And sebenarnya hubungan apa yang dimiliki oleh Rafael and Cha-cha?? Just stay tune on my blog to see how it’s going to be!! Salam Cenat Cenut and Always be a SMASHBLAST!! :D #PeaceUp
lanjut dong, keren ceritanya
BalasHapussiiip tenang aja pasti lanjut kok, ini lagi diproses :) keep reading ya :D
BalasHapuswaw,, keren
BalasHapus*izin copas k koleksi cerpen aq yaa :)
thanks, and it's okay selama kamu gak ngakuin sebagai punya kamu ya :) be creative
BalasHapus