I'm a SMASHBLAST and a MORGANOUS
and I'm Proud of It!!
Start ur day with SMILE and LOVE and don't forget to spread the PEACE
PS: don't forget to follow my twitter @chachyalichya
just mention and i'll follow you back right away :D
and one more thing! don't forget to leave a comment okay!! because it really means a lot for me! :D #peace

7 Des 2011

Let Me be With You First Part


___Giselle’s POV___

“ Giselle wake up dear. It’s already noon. ” kata Mom sambil mengetuk pintu kamarku pelan.
“ uhm... mom, don’t you remember? It’s Sunday. No school for today, so I can get up whenever I want. ” kataku sambil memeluk selimut kesayanganku lebih erat.
“ oh c’mon dear. Please get up right now. We’ll have a guest that will arrive any moment. I want you to get up early just this Sunday okay. ” kata Mom yang ternyata sudah masuk ke dalam kamarku, dan menarik selimut yang menutupi wajahku itu.
“ okay, fine I’ll get up right this moment. Uhm anyway where’s ko Morgan? ” tanyaku yang masih setengah sadar.
“ he’s ini his room. Why do you ask? ” tanya Mom yang sudah berada di depan pintu, beranjak meninggalkan kamarku.
“ nothing, just curious. Now I’m gonna take a bath, so could you leave me alone mom? ” tanyaku sambil menyambar handuk pink bergambar hati yang tergantung di belakang pintu kamarku.
“ okay, take your time dear, but remember don’t get back to sleep okay. Our guest will arrive soon. And I want you to meet them all. Now I’m gonna go downstair to see what our butler has done to welcoming our special guest. ” kata Mom sambil menutup pintu kamarku, meninggalkanku yang masih setengah sadar.
Secepat kilat aku masuk ke kamar mandi dan bershower ria. Tidak biasanya aku, Giselle Evenna Hayden seorang putri tunggal pewaris kekayaan EVE Group yang ini bangun pagi di hari Minggu. Ya, memang benar aku adalah putri tunggal dari David Everianno Hayden yang seorang pengusaha terkenal dunia dan Laurencia Nicole Rodriguez mantan seorang model internasional yang mengakhiri karirnya yang sedang berkembang pesat dengan alasan ingin mempunyai keluarga yang normal, well tapi seperti yang terlihat, definisi kata normal untuk setiap orang itu berbeda. Dan yang kupanggil dengan sebutan ko tadi adalah Morgan, Handi Morgan Winata tepatnya, kakak sepupuku yang sekarang tinggal di rumahku karena ia sedang melanjutkan sekolahnya di NYC, mengambil fakultas hukum di New York University yang terkenal itu, yeah I know he’s genius! But he’s beyond annoying! But I still love him though. He’s like my own big brother that I’ve never had, since I’m the only child in this family. Setelah cukup lama berada di bawah siraman shower, aku segera mengeringkan tubuhku dan memilih pakaian yang akan kupakai, aku pun menjatuhkan pilihanku kepada strapless dres berwarna putih dan di dominasi dengan warna pink lembut, aku pun mengikat rambutku membentuk ekor kuda, karena hari ini rasanya panas sekali. New York tidak pernah sepanas ini saat Summer. Melebihi tahun-tahun sebelumnya saja! Akhirnya setelah selesai mempersiapkan diriku untuk menyambut ‘Mom’s Special Guest’ aku langsung beranjak dari kamarku menuju kamar ko Morgan yang bersebelahan dengan kamarku. Tanpa mengetuk pintunya lagi, aku pun langsung masuk dan menemukan dirinya masih tertidur pulas dia atas ranjang dengan laptop yang masih menyala di pangkuannya. Dasar! Selalu saja begini setiap weekend! Bermain game online sampai lupa waktu! Lihat saja! Akan kukerjai dia! Well, I hate to admit it but he’s kinda cute looking like this! Wowow Giselle snap out of it! He’s your own cousin! You cannot be falling in love with him! Akhirnya setelah selesai memandangi wajah ko Morgan yang yaaah bisa dibilang imut itu, aku membereskan laptopnya dan meletakannya diatas meja belajarnya. Selanjutnya aku pun segera mengambil microphone yang berada di kamarnya yang biasanya ia gunakan untuk berkaraoke bersama teman-temannya dan menyalakannya dan mengatur volumenya ke yang paling besar. Lalu 1,.. 2,... 3,..!
“ Ko Morgan! Wake Up! Wake Up! Wake Up! It’s already noon! You have to wake up! Or I’ll make Mom come in here! Into your ship exploding look alike room! ” teriakku di microphone sekencang mungkin, sukses membuat ko Morgan terlonjak kaget dan terbangun dari mimpi indahnya.
“ hey! Giselle! Have you lost your mind? My ears feel like its bleeding! It hurts! You don’t have to shout like that to wake me up! Now! What do you want from me huh? You little spoiled bratz! ” kata ko Morgan dengan nada kesal sambil duduk di atas tempat tidurnya.
“ I just wanna tell you that you should go take a bath. There’s a special guest will arrive soon and Mom want us to welcoming them. ALL of US!!  ” kataku menekankan pada kata All and Us.
“ what? Do I have to come? Fine, I’ll take a bath. Now you go outside, I don’t want you to see my perfect body. ” katanya sambil mendorongku keluar dari kamarnya.
“ you are so falling in love with yourself didn’t you? ” gumamku di depan pintu kamarnya.
Setelah diusir secara paksa oleh yang punya kamar, aku pun segera meluncur ke ruang tengah rumahku, di mana Mom sudah mempersiapkan segala halnya untuk menyambut ‘Special Guest’ nya itu. I wonder who is that mistery guest?? Oh well, soon I’ll be able to meet him or her.
“ Mom, where’s dad? ” tanyaku penasaran, kenapa Dad gak terlihat sedikit pun batang hidungnya sejak aku turun tadi.
“ you know, in his office. Usual business. ” jawab Mom sambil terus mengarahkan para butler, agar semua barang dan segala pernak-pernik tertata rapi dan sempurna.
“ even in Sunday, he has to do all the business stuff. I’m getting tired about it. ” kataku sambil mengambil sekantong Potato Chip dari lemari kayu tempat penyimpanan makanan yang berada di dekat ruang tengah, dan duduk di sofa di depan Televisi.
“ dear, he works for us you know. ” kata Mom sambil ikut duduk di sampingku dan ikut memakan Potato Chip yang ada di pangkuanku.
“ yeah, I know. Uhm,.. Mom by the way who is this Special Guest that will arrive soon? ” tanyaku yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaranku mengenai semua hal penyambutan yang terlalu istimewa untuk seorang tamu biasa.
“ you’ll find out. And it’s Guests dear not only one person. ” jawab Mom sambil tersenyum penuh arti dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.
“ Hey! Where’s the Special Guests, I thought they will arrive soon.  ” tanya ko Morgan sambil menuruni tangga dan langsung berjalan ke arahku yang duduk di sofa dan ikut duduk di sampingku.
“ I don’t know, maybe they’re late. I guess. ” kataku sambil mengangkat bahu dan menyembunyikan kantong yang penuh berisi Potato Chip itu di balik punggungku, sebelum ko Morgan sadar dan langsung merebutnya. But I think it’s too late. Ko Morgan sudah terlebih dahulu melihat Potato Chip itu dan langsung merbutnya dari tanganku.
“ Hey you! It’s my Potato Chip! Give it back to me. ” kataku sambil berusaha merebut kembali Potato Chip itu dari tangan ko Morgan, tetapi ia malah berdiri dan mengangkat Potato Chip itu tinggi-tinggi dan mulai tertawa melihatku yang melompat-lompat berusaha menjangkau Potato Chip yang ada di tangannya itu.
“ you want it? Come and get it! Oh that’s right you can’t! You’re too short to get it. ” katanya sambil tertawa mengejek dan mulai memakan Potato Chip itu. Aku pun hanya bisa duduk sambil menggelembungkan kedua pipiku, tanda kesal selama ko Morgan menghabiskan Potato Chip kesukaanku itu.
“ You’re so childish you know. Here, let’s eat this together. It’s not fun anymore when you starts to act like a child like that. ”  kata ko Morgan sambil duduk kembali dan menyerahkan kantong Potato Chip itu kepadaku. This is what I like about him, ko Morgan selalu menyenangkan dan bercanda yang kadang kelewat menyebalkan, tapi dia tidak mau membuatku kesal atau pun sedih.
“ Thank you beloved cousin of mine! You know me very well! ” kataku sambil nyengir dan mengambil Potato Chip itu dan memakannya bersama ko Morgan. Dan tiba-tiba bel rumah berbunyi, para butler pun segera berlari ke arah pintu depan untuk membukakan pintu, Mom and Dad keluar dari ruangannya masing-masing, Mom keluar dari kamar dengan menggunakan Dress Ungu dan Dad menggunakan Jas semi-formal. I guess our ‘Special Guests’ is already arrive huh? Well, better prepare myself to see who are they that keeping my Mom so busy to welcoming them. Segera saja aku dan ko Morgan berdiri dan merapikan pakaian kami agar terlihat rapi.
“ Welcome to Hayden residence. Mister David and his family are waiting for you in the living room. You may come inside. ” ujar kepala butler kami, Ernest, sopan kepada tamu kami itu.
“ Ko Morgan, I wonder who are they? Are they royal or something, why we have to welcoming them like this? ” bisikku kepada ko Morgan yang berdiri di sampingku dengan wajah tanpa ekspresi, topeng sempurnanya yang sepertinya sudah terpasang di wajah sempurnanya itu sejak lahir.
“ I don’t know lil’ sissy. Maybe this guests are so important to your parents. ” ujarnya datar, dan tiba-tiba topeng sempurnanya perlahan memudar dari wajahnya. Digantikan ekspresi terkejut yang tergambar jelas di wajahnya itu saat Dad menyambut tamu itu dengan suka cita.
“ Welcome to our house Mr. Tanubrata and family! Here, let’s sit in the couch. Ernest! Bring us some wine will you, and some soft drinks for the kids. And don’t forget the snacks for us too. ” kata Dad sambil merangkul pundak seorang laki-laki seumurannya yang dipanggilnya Mr. Tanubrata itu, dan menyuruh Ernest yang segera beranjak pergi untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut laki-laki tersebut dan keluarganya. Mom segera menghampiri wanita yang berdiri di samping Mr. Tanubrata itu yang sudah bisa dipastikan adalah istri dari pria yang dirangkul Dad tadi, dan mempersilahkan mereka duduk.
Aku dan ko Morgan serta seorang anak laki-laki sebaya ko Morgan, yang kurasa adalah anak dari keluarga itu pun ikut duduk ketika melihat orang tua kami sudah duduk dan sibuk dengan obrolan mereka masing-masing. Perhatianku tertuju kepada ko Morgan yang sedari tadi menggantikan ekspresi datarnya dengan ekspresi tekejut sambil memandangi anak laki-laki keluarga itu yang sedang sibuk dengan iPhonenya dan memasang headphone di telinganya itu dan tidak memperdulikan sekitarnya, menyapa sekali pun tidak! Tidak sopan sekali sih jadi orang!
“ uhm.. Rafael kan?  ” kata ko Morgan pelan setelah mengamati anak laki-laki gak sopan itu beberapa saat. Dan yang disebut namanya itu pun langsung memalingkan wajahnya dari iPhonenya dan mencari sumber suara yang menyebut namanya itu. Wajah anak laki-laki itu langsung berubah setelah melihat wajah ko Morgan yang penasaran apakah dia tidak salah mengenali orang.
“ Morgan right? Gosh! Long time no see! What are you doing in here? ” kata anak laki-laki bernama Rafael itu sambil berdiri dan merangkul pundak ko Morgan dengan akrab.
“ it’s me who should ask. This is my uncle’s house. I go to NYU, remember? Future lawyer. And what are you doing in here? ” jawab ko Morgan sambil membalas rangkulan anak laki-laki itu.
“ ah! I forgot! You’re the genius who got into NYU by recommendation. Usuall, family vacation, including business. My parents planning to open private school in here too. ” jelas anak laki-laki itu sambil tertawa kecil.
“ aah! I see, so your parents want to join with my uncle to open it? Uhm by the way this is my cousin, Giselle. ” kata ko Morgan memperkenalkanku dan menyuruhku untuk berjabatan tangan dengan laki-laki tak sopan itu. Aku pun hanya mengulurkan tanganku dengan wajah tanpa ekspresi dan memperkenalkan diriku.
“ Well, he already said my name, but just for sure I’m Giselle Evenna Hayden, ko Morgan’s cousin. And you are? ” kataku tanpa nada. Dia, Rafael hanya memperhatikanku dari atas ke bawah. Segera saja kutarik lagi tanganku begitu melihat tanda bahwa ia tidak akan membalas jabatan tanganku.
“ kasar sekali sih sepupumu ini Morgan! Apa dia tidak pernah diajari berbicara yang sopan kepada orang yang lebih tua? Percuma saja dia berasal dari keluarga terpandang jika kelakuannya seperti ini. ” kata Rafael kepada ko Morgan yang tertawa geli mendengar ocehannya itu. Bahasa apa itu? Aku tidak mengerti! Well, yang pasti itu bukan bahasa jepang, korea, atau pun perancis, kalau itu sudah pasti aku mengerti. Bahasa apa sih itu? Aku sama sekali tidak mengerti! Dan lagi kenapa ko Morgan tertawa? Apa mereka membicarakanku? Ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama! Aku harus cepat-cepat mempelajari bahasa itu supaya mengerti apa yang mereka berdua katakan.
“ Uhm, ko Morgan, what language does he speak in the earlier? I don’t understand. What is he talking about? Is he talking bad about me? ” rengekku kepada ko Morgan yang masih tertawa menanggapi ocehan anak laki-laki itu dengan bahasa yang tidak kumengerti tadi.
“ It’s Indonesian sweety. My first language. I’m from Indonesia remember? And he’s my friend from there, and no he’s not talking bad about you. He thinks you’re a cute little girl.  ” kata ko Morgan diikuti tawa kecil dari Rafael. Well, aku tahu kalau ko Morgan sedang berbohong! Tidak mungkin laki-laki menyebalkan itu bilang bahwa aku imut! Aku harus segera belajar bahasa itu! Sehingga mereka tidak bisa lagi membicarakanku di depan mata kepalaku sendiri seperti ini.
“ Ko Morgan! I wanna learn that language! ” kataku tegas.
“ why? ” tanya ko Morgan pelan.
“ so you and him cannot talk about me when I’m here with you! It’s just piss me off! Now you better teach me! Or else I’m gonna mad at you for the rest of my life! ” kataku sambil kembali duduk dan menggelembungkan kedua pipiku, kesal.
“ Oh c’mon my dear sissy. Don’t mad at me will ya? I promise I’ll teach you everything ASAP! ” bujuk ko Morgan, sedangkan laki-laki menyebalkan itu hanya bisa melihatku dengan tatapan ganjil. Antara heran, bingung, penasaran, dan tertarik?
“ as soon as possible? ” tanyaku dengan mata berseri-seri.
“ yeah, as soon as possible. So you’re not mad at me? ” kata ko Morgan memastikan.
“ of course I’m not mad at you! How could I mad at beloved cousin of mine even for just a second? ” kataku sambil memeluk ko Morgan riang. Akhirnya, setelah masalah itu berlalu kami bertiga pun, aku, ko Morgan dan laki-laki menyebalkan tak tahu sopan santu a.k.a. Rafael pun berbicara panjang lebar. Mereka asik bercerita kejadian-kejadian saat masa-masa mereka masih duduk di bangku SMA. Aku pun hanya bisa tertawa mendengar cerita-cerita aneh mereka saat sekolah dulu. Pembicaraan kami terhenti saat Dad menyebut namaku sambil berbicara dengan bahasa yang tidak kumengerti tadi, bahasa Indonesia.
“ Jadi, Giselle udah dipersiapkan untuk pindah ke Indonesia next week. Semua surat sudah diurus, dia hanya tinggal membereskan barang-barangnya dan bersekolah di sana sampai dia lulus. Untuk menguji apakah metode belajar sekolah yang akan kita bangun nanti, sesuai dengan anak-anak New York di sini. ” kata Dad panjang lebar, sambil tersenyum puas.
“ Uhm, ko Morgan, can you tell me what is dad talking about? And why is he mentioning my name? Are they talking about me? ” tanyaku kepada ko Morgan yang kurasa ikut menyimak perkataan Dad tadi. But that’s weird. Kenapa wajah ko Morgan berubah menjadi tidak enak begitu? Apa ada yang salah?
“ do you really want to know? ” tanya ko Morgan ragu.
“ of course I do! They’re mentioning my name! they must be talking about me! And I want to know what are they talking about me! ” kataku tegas.
“ okay then, according to what your Dad said, you’re going to Indonesia to study there until your graduation. They do that because they want to proof it that they’re school’s methode is gonna works with the local students in New York. So they send you as and experiment I guess. ” ujar ko Morgan panjang lebar, ragu-ragu, dan pelan.
“ What? Is that true Dad? I’m going to Indonesia? But what about my friends? And who’s gonna stay with me while I’m there? ” tanyaku setengah berteriak shock kepada Dad yang tidak kalah terkejut mengetahui jika aku tahu apa yang dikatakannya.
“ Darling, it’s the best for us, for you too. You’re friends are not good for you. They’re just use you as their money source. ” kata Dad tepat mengenai hatiku. Ya memang benar! Aku! Giselle Evenna Hayden tidak tahu apakah aku mempunyai teman yang real! Not fake! Bukan yang hanya menggunakanku sebagai sumber uang hanya karena keluargaku kaya raya.
“ Yeah, you’re right. I don’t have any real friends. They’re just a fake one. I guess it’s better for me to go to Indonesia huh? But I have one condition. ” kataku menyetujui dan Dad langsung setuju dengan apapun syarat yang kuberikan kepadanya.

hei everyone! aah my second FF!! so excited about it! ini janji gue ke kalian! sebenernya sih mau gue buat FF skali habis aja, tapiiii gak tau kenapa jadi kebablasan buat jadi FF bersambung!! hope you all guys like it ya, and tenang aja FF Di Antara Kau dan Dia bakalan gue lanjutin kok, mungkin minggu depan gue post ya :) now i hope you enjoy reading my second FF Let Me be With You! and buat kesamaan nama tokoh Giselle, yang di sini and di FF gue yang laen, gak ada hubungan ya, gue cuma make nama itu lagi karena gue suka aja :) and please leave a comment ya, buat refrensi gue! :)

2 komentar:

  1. W-O-W WOW Awesome!! This is very exciting and different from other FF. Can't wait any longer to read the next part :)

    BalasHapus
  2. thanks a lot :) beda apanya? and wait ya i'll post the next part ASAP :D

    BalasHapus